Sharing is caring!

Advertisement

Ketika membaca sebuah puisi atau artikel, pasti kalian pernah menemui frasa seperti ‘wajahnya keras dan beku seperti dinding batu’. Frasa tersebut disebut dengan majas atau gaya bahasa. Majas biasanya digunakan untuk memberikan tekanan pada kalimat agar lebih kuat dengan menggunakan hal lain sebagai pembandingnya.

Majas memiliki banyak sekali bentuk, macam, dan contoh. Majas perbandingan adalah salah bentuk majas yang memiliki banyak sekali tipe atau bentuk. Macam-macam majas perbandingan seperti majas metafora, personifikasi, simile, eufimisme, hiperbola dan banyak lagi.

macam-macam majas perbandingan

Sumber foto: Designed by Freepik

Macam-Macam Majas dan Arti/Penjelasannya

1. Majas Metafora

Majas metafora adalah gaya bahasa yang tidak menunjukkan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasakan persamaan atau perbandingan.

Contoh majas metafora:

  1. Pemuda adalah tulang punggung negara.
  2. Raja Siang telah menunjukkan sinarnya.

2. Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati seolah-olah mempunyai sifat seperti benda hidup. Ciri majas ini adalah terdapat pilihan kata yang mengenakan sifat manusia pada benda mati tersebut.

Contoh majas personifikasi:

  1. Pada siang itu, mentari mengintip di balik awan.
  2. Hembusan angin di tepi pantai membelai rambutku.

3. Majas Depersonifikasi

Majas depersonifikasi adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tidak bernyawa pada manusia. Biasanya menggunakan kata-kata: kalau, sekiranya, jikalau, misalkan, bila, seandainya, seumpama, dan padahal.

Contoh majas depersonifikasi:

  1. Orang itu berdiri diam dan mematung.
  2. Hatinya tetap membatu, padahal semua orang sudah berusaha menasihatinya.

4. Majas Alegori

Majas alegori adalah majas yang menyatakan sebuah perihal melalui kiasan atau penggambaran. Majas alegori mempertautkan satu hal atau kejadian dengan hal atau kejadian lain dalam satu kesatuan yang utuh. Ciri majas ini adalah biasanya menggunakan kalimat yang cukup panjang dan terdapat beberapa kiasan namun membentuk suatu kesatuan yang jelas dan tersurat.

Contoh majas alegori:

  1. Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang menyusuir tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
  2. Agama merupakan kompas dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh badai serta gelombang.

5. Majas Simile

Majas simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa. Biasanya menggunakan kata pembanding, yaitu seperti bagai, laksana, layaknya, dan lain-lain.

Contoh majas simile:

  1. Muka Sari pucat bagai mayat.
  2. Tubuhnya seperti tiang tinggi menjulang.
  3. Wajahnya keras dan beku seperti dinding batu.

Tahukah kamu?

6. Majas Antropomorfisme

Majas antropomorfisme adalah metafor atau perbandingan dengan menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.

Contoh majas antropomorfisme:

  1. Angin menabik lewat jendela kaca terbuka.
  2. Lidah-lidah lonceng memukul sunyi.

7. Majas Sinestesia

Majas sinestesia adalah majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatau indera yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indera lainnya.

Contoh majas sinestesia:

  1. Rio Haryanti mencetak sejarah manis dengan mencatatkan diri sebagai pembalap di F1.
  2. Dengan telaten, Ibu mengendus setiap mangga dalam keranjang dan memilih yang berbau manis.

8. Majas Antonomasia

Majas antonomasia adalah majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indera yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indera lainnya.

Contoh majas antonomasia:

  1. Si Gempal memang jago makan.
  2. Si Pandai itu mendapatkan juara 1 saat perlombaan cerdas cermat.

9. Majas Aptronim

Majas aptronim adalah majas yang melekatkan nama khas seseorang berdasarkan pekerjaannya.

Contoh majas aptronim:

  1. Yang menjadi pemimpin regu adalah Heru Pembalap.
  2. Teguh Becak adalah teman bermain sepak takraw di kampung.

10. Majas Hipokorisme

Majas hipokorisme adalah majas yang menggunakan nama timangan atau kata untuk menunjukkan hubungan karib.

Contoh majas hipokorisme:

Advertisement

  1. Si Ujang suka sekali main kelereng.
  2. Si Gepeng terkesima dengan pemain gitar.

11. Majas Litotes

Majas litotes adalah majas yang menggunakan ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri.

Contoh majas litotes:

  1. Silakan mampir ke gubuk kami.
  2. Saya akan mengantarkan Anda menggunakan gerobak saya.

12. Majas Alusio

Majas alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu peristiwa atau tokoh yang telah dikenal. Gaya bahasa alusio menggunakan kata-kata yang merujuk pada peristiwa, perumpamaan, tokoh, atau kejadian penting pada masa lalu.

Contoh majas alusio:

  1. Kartini kecil itu ikut memperjuangkan hak-haknya.
  2. Jangan lempar batu sembunyi tangan dalam menghadapi masalah.

13. Majas Metonimia

Majas metonimia adalah majas yang menggunakan ungkapan berupa nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh majas metonimia:

  1. Irit sekali Panter itu. (Panter adalah merek mobil).
  2. Dia selalu menggunakan Hondanya untuk menjemput ibunya. (Honda adalah merek kendaraan bermotor).

14. Majas Pars Pro Toto

Majas pars pro toto adalah majas yang menyatakan suatu objek yang utuh dengan suatu bagian dari objek tersebut.

Contoh majas pars pro toto:

  1. Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang hidungnya.
  2. Ratna terpaksa angkat kaki dari rumah kontrakannya karena tidak membayar uang sewa selama tiga bulan.

15. Majas Totem Pro Parte

Majas totem pro parte adalah majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.

Contoh majas totem pro parte:

  1. Indonesia berhasil menyabet 10 medali emas.
  2. Djarum memberikan beasiswa kepada atlet muda bulu tangkis.

16. Majas Eufimisme

Majas eufismisme adalah gaya bahasa yang menggunakan ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar dan dianggap merugikan atau tidak menyenangkan.

Contoh majas eufimisme:

  1. Andi meminta ijin ke belakang.
  2. Pramusaji itu sangat ramah.

17. Majas Disfemisme

Majas disfemisme adalah gaya bahasa yang sengaja menggunakan kata-kata yang mengandung makna lebih tajam untuk menimbulkan rasa simpati atau antipati bagi pendengarnya.

Contoh majas disfemisme:

  1. Bolehkan saya meminta izin untuk kencing sebentar?

18. Majas Fabel

Majas fabel adalah majas yang mengungkapkan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.

Contoh majas fabel:

  1. Kucing itu berpikir keras untuk menangkap tikus buruannya.
  2. Singa itu membuat strategi sebelum mengejar rusa.

19. Majas Parabel

Majas parabel adalah majas yang menggunakan ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.

Contoh majas parabel:

  1. Cerita Adam dan Hawa.
  2. Kisah “Malin Kundang”.

20. Majas Perifrasa

Majas perifrasa adalah gaya bahasa yang menggunakan ungkapan panjang untuk mengganti istilah yang lebih pendek. Istilah atau ungkapan tersebut dapat berupa nama tempat, benda atau sifat.

Contoh majas perfrasa:

  1. Ia bekerja di kota kembang.
  2. Nenek telah beristirahat dengan tenang.

21. Majas Eponim

Majas eponim adalah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang mengandung nama seseorang yang sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama tersebut digunakan untuk menyatakan sifat itu.

Contoh majas eponim:

  1. Usahaku sedang macet, perlu pertolongan Dewi Fortuna untuk menyelamatkannya.
  2. Dewa Ruci kebanggaan Indonesia mengarungi lautan luas tanpa rasa takut.

22. Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan benda, binatang, atau tumbuh-tumbuhan sebagai simbil atau lambang dari apa yang ingin disampaikan. Tujuan penggunaan majas ini adalah untuk menghaluskan makna yang sesungguhnya ingin disampaikan dan memberi efek menarik bagi pendengarnya.

Contoh majas simbolik:

  1. Ia terkenal sebagai buaya darat.
  2. Jelita adalah bunga desa di kampungnya.

23. Majas Asosiasi

Majas asosiasi adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Dalam majas asosiasi, pembaca harus memikirkan apa kesamaan antara dua hal yang diperbandingkan tersebut.

Contoh majas asosiasi:

  1. Rumahnya sungguh mewah laksana istana yang berdiri megah.
  2. Sungguh sulit mencari orang yang jujur dan gigih saat ini ibarat mencari jarum dalam tumpukkan jerami.

Itulah macam-macam majas perbandingan yang bisa kalian gunakan ketika membuat sebuah karya sastra agar tulisan kalian menjadi lebih berbobot dan bermakna.

Macam-Macam Majas Perbandingan

Main gim yuk!

Advertisement

Sharing is caring!