Bahasa Indonesia memiliki berbagai macam jenis kata, di antaranya kata kerja (verba), kata benda (nomina), kata sifat (adjektiva), kata keterangan (adverbia), dan kata bilangan (numeria). Setiap jenis kata memiliki fungsi yang berbeda dalam sebuah kalimat. Kita tidak bisa secara serampangan menggunakannya ketika membuat kalimat karena akan mempengaruhi makna dan pesan yang akan disampaikan. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat jenis-jenis kata dalam bahasa Indonesia di bawah ini:

mengenal jenis kata

Jenis-Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia

1. Kata Kerja (verba)

Kata kerja adalah kata yang menyatakan perbuatan, tindakan atau pekerjaan. Fungsi utama kata kerja adalah sebagai predikat atu inti predikat dalam kalimat walaupun bisa juga mempunyai fungsi lainnya.

Dalam maknanya, kata kerja mengandung makna dasar perbuatan (aksi), proses atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas.

Berikut adalah beberapa contoh kata kerja:

Kata Kerja (verba)

makan

melihat

mengetik

memperbaiki

minum

berjalan

menelepon

memanggil

tidur

membaca

menjual

berbicara

berlari

menulis

membeli

membuat

melaporkan

berpidato

memasak

menonton

Contoh penggunaan kata kerja dalam kalimat:

  1. Andi berpidato di depan peserta seminar.
  2. Ibu memasak sayur di dapur.
  3. Ayah memperbaiki motor di halaman rumah.

2. Kata Benda (nomina)

Kata benda adalah kata yang menyatakan nama-nama benda atau segala sesuatu yang dibendakan. Ciri-ciri kata benda adalah sebagai berikut:

  • Dalam kalimat yang memiliki kata kerja sebagai predikat, kata benda cenderung berfungsi sebagai subjek, objek, dan pelengkap.
  • Kata benda tidak dapat dijadikan bentuk ingkar dengan tidak.
  • Kata benda lazimnya diikuti oleh kata sifat, baik secara langsung maupun menggunakan perantara kata.

Berikut adalah beberapa contoh kata benda:

Kata Benda (nomina)
mejakursitasjam
rumahsepedabukusepatu
pensilfotokucinglemari
pohoncangkirpensilpatung
vassisirtelevisikacamata

Contoh penggunaan kata benda dalam kalimat:

  1. Ini bukan bukuku.
  2. Naila membeli kacamata baru.
  3. Banyak orang bilang rumah besar itu berhantu.

Main gim yuk!

3. Kata Sifat (adjektiva)

Kata sifat adalah kata yang menyatakan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang. Ciri-ciri kata sifat adalah sebagai berikut:

  • Kata sifat dapat diberi keterangan pembanding, seperti lebih, kurang, dan paling. Contohnya: lebih besar, kurang baik, dan paling mahal.
  • Kata sifat dapat diberi keterangan penguat, seperti sangat, amat, benar sekali, dan terlalu. Contohnya: sangat indah, amat tinggi, pandai benar, murah sekali, dan terlalu murah.
  • Kata sifat dapat diulang dengan kata ingkar, seperti tidak. Contohnya: tidak pandai, tidak sopan, dan tidak bijak.
  • Kata sifat dapat diulang dengan awalan se- dan akhiran -nya, seperti sebaik-baiknya, serendah-rendahnya, dan sejelek-jeleknya.
  • Kata sifat pada kata tertentu dapat berakhiran -er, -(w)i, -ial, -if, -al, dan -ik. Misalnya, honorer, duniawi, ilmiah, negatif, formal, dan elektronik.

Berikut adalah beberapa contoh kata sifat:

Kata Sifat (adjektiva)

baik

manis

besar

panas

buruk

asam

kecil

dingin

senang

pedas

jauh

lembap

sedih

pahit

dekat

kering

gembira

rendah

tinggi

lunak

Contoh penggunaan kata sifat dalam kalimat:

  1. Raja Salma tinggal di sebuah istana yang sangat besar.
  2. Hari ini sangat panas sekali.
  3. Setinggi-tingginya layang-layang tersebut terbang, akhirnya jatuh juga.

4. Kata Keterangan (adverbia)

Kata keterangan adalah kata yang memberi keterangan pada kata kerja, kata benda, kata sifat atau pada kalimat. Kata keterangan sebenarnya bisa dibagi menjadi banyak sekali. Namun, di sini kita hanya membicarakan tiga bentuk kata keterangan yang sering digunakan, yaitu waktu, tempat, dan keadaan.

  • Kata keterangan waktu merupakan kata keterangan yang menerangkan waktu terjadinya suatu peristiwa tertentu.
  • Kata keterangan tempat merupakan kata keterangan yang menerangkan tempat terjadinya suatu peristiwa tertentu. Biasanya kata keterangan tempat diikuti kata ke, di, dan dari.
  • Kata keterangan keadaan merupakan kata keterangan yang menunjukkan bagaimana suatu peristiwa berlangsung atau dikerjakan.

Berikut adalah beberapa contoh kata keterangan:

Kata Keterangan (adverbia)

Waktu

Tempat

Keadaan

hari ini

(ke) lapangan

dengan baik

kemarin

(di) sekolah

dengan tenang

besok

(dari) rumah

dengan kelelahan

lusa

(ke) bandara

secara tiba-tiba

minggu lalu

(dari) sini

sangat keras

Contoh penggunaan kata keterangan dalam kalimat:

  1. Hari ini kami belajar Bahasa Indonesia.
  2. Kami menuju ke bandara Adisucipto untuk menjemput Ayah.
  3. Nina mengerjakan semua tugasnya dengan baik.

Latih pengetahuanmu yuk!

5. Kata Bilangan (numeria)

Kata bilangan adalah kata yang menyatakan bilangan, urutan atau jumlah benda, binatang, atau orang. Kata bilangan utamanya terbagi menjadi dua: kata bilangan tentu (takrif) dan kata bilangan tak tentu (tidak takrif).

  • Kata bilangan tentu (takrif) adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah dengan satuan yang pasti.
  • Kata bilangan tak tentu (tidak takrif) adalah kata bilangan yang menyatakan jumlah sesuatu yang relatif dan satuannya tidak pasti.

Berikut adalah beberapa contoh kata bilangan:

Kata Bilangan (numeria)

Tentu (takrif)

Tidak Tentu (tak takrif

seperempat

banyak

setengah

sedikit

satu lusin

semua

10 ekor

beberapa

100 tahun

sebagian

Contoh penggunaan kata bilangan dalam kalimat:

  1. Ibu membeli ayam 10 ekor.
  2. Banyak orang sedang menonton pertunjukan wayang.
  3. Dino memberikan setengah makan siangnya ke adiknya.

Itulah lima jenis-jenis kata dalam bahasa Indonesia yang perlu kita ketahui.

Tahukah kamu?

Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!