Sharing is caring!

Advertisement

perbedaan surat resmi dan surat tidak resmi

Gambar: freepik.com

Pernahkah kamu menerima surat? Siapa pengirim surat tersebut? Tahukah kamu apa itu surat? Surat adalah alat komunikasi tertulis yang dibuat seseorang baik atas nama pribadi maupun lembaga yang disampaikan kepada seseorang atau lembaga lain. Surat umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu surat resmi dan surat tidak resmi (surat pribadi).

Surat merupakan salah satu alat komunikasi. Orang yang menulis surat berarti orang itu sedang berkomunikasi. Ia sedang berkomunikasi dengan orang yang akan menerima surat. Di dalam surat orang dapat mengungkapkan perasaannya. Semua yang dialami dan dirasakan dapat ditulis di dalam surat.

Bagian dan Contoh Surat Resmi

Surat resmi dapat berupa pengumuman, pemberitahuan, keterangan, undangan, permohonan, dan lain sebagainya. Penulisan surat bergantung pada kebutuhan penulisnya. Jika ingin mengundang, seseorang dapat menulis undangan. Jika ingin mengumumkan seseorang dapat menulis pengumuman. Perbedaan yang mendasar pada surat resmi dan surat tidak resmi adalah dalam penggunaan bahasanya.

Ciri-ciri surat resmi adalah menggunakan bahasa baku atau bahasa Indonesia yang baik dan benar. Adapun bahasa yang digunakan dalam surat tidak resmi (surat pribadi) adalah bahasa sehari-hari atau bahasa tidak baku. Selain itu cara penulisan surat resmi yang benar harus memerhatikan bagian-bagian penulisan surat, tidak boleh sembarangan.

Bagian-bagian surat resmi

Setiap surat resmi harus memiliki bagian-bagian yang disebutkan di bawah ini:

1. Kop/kepala surat

Kepala surat berfungsi untuk mempermudah mengetahui siapa yang mengirim surat. Biasanya, kepala surat berisi nama dan alamat lengkap. Kepala surat biasanya terdapat dalam surat resmi. Dalam penulisan surat pribadi, kepala surat ini boleh ada, boleh juga tidak.

2. Tempat dan tanggal surat

Tanggal surat memberi keterangan waktu pembuatan surat tersebut. Nama kota dalam tanggal pembuatan surat tidak perlu dicantumkan jika ada kepala surat. Jika surat tidak menggunakan kepala surat, nama kota harus dicantumkan.

3. Nomor, hal, dan lampiran

Penulisan nomor surat berguna untuk:

a. memudahkan dalam pengarsipannya;
b. memudahkan dalam mencarinya kembali;
c. mengetahui banyaknya surat yang keluar;
d. bahan rujukan dalam surat-menyurat tahap berikutnya.

Lampiran berguna sebagai penunjuk bagi penerima surat tentang adanya keterangan-keterangan tambahan selain surat itu sendiri.

Hal surat adalah soal atau permasalahan yang dibicarakan dalam surat. Hal surat harus ditulis dengan singkat, jelas, dan menarik. Huruf pertama pada setiap katanya harus ditulis dalam huruf kapital.

4. Alamat tujuan

Alamat surat ditulis sesuai dengan alamat tujuan surat. Pada umumnya, surat dinas dikirim dengan menggunakan sampul atau amplop. Dengan demikian, ada dua macam alamat surat yang harus ditulis, yaitu alamat luar dan alamat dalam. Alamat luar adalah alamat yang ditulis pada sampul surat. Sedangkan alamat dalam adalah alamat yang ditulis pada kertas surat.

5. Salam pembuka

Salam pembuka adalah salam penghormatan kepada orang yang dituju. Penggunaan salam pembuka hendaknya disesuaikan dengan pihak yang dituju.

6. Isi surat

Isi surat terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berfungsi sebagai pengantar isi surat. Isi merupakan bagian surat yang menampung maksud penulisan surat. Sedangkan penutup surat harus disesuaikan dengan isi surat. Di dalamnya dapat berupa simpulan, harapan, ucapan terima kasih, atau ucapan selamat.

7. Kalimat penutup

Salam penutup merupakan kata-kata akhir surat. Kata-kata ini untuk menunjukkan rasa hormat dan keakraban pengirim surat. Salam penutup yang sering digunakan adalah hormat kami, hormat saya, salam takzim, dan wassalam.

8. Identitas Pengirim

Pada bagian ini, dicantumkan nama pengirim surat, tanda tangan, dan nama pengirim dan inisial. Pengirim surat adalah pihak yang bertanggung jawab atas penulisan atau penyampaian surat. Sebagai bukti pertanggungjawaban, dalam bagian akhir surat tersebut dibubuhi tanda tangan.

Advertisement

perbedaan surat resmi dan tidak resmi

Tahukah kamu?

Contoh-contoh surat resmi adalah sebagai berikut:

1. Surat Undangan

Surat undangan adalah surat yang berisi ajakan atau permintaan agar si penerima turut serta pada kegiatan yang diadakan oleh pihak pengirim surat itu.

2. Surat Permohonan

Surat permohonan berisi permintaan terhadap si penerima mengenai sesuatu hal.

3. Surat Lamaran Kerja

Surat lamaran ditulis seseorang kepada suatu perusahaan atau instansi untuk menawarkan keahlian, kemampuan, atau jasa agar dapat diterima menjadi pegawai di tempat tersebut.

4. Surat Perjanjian

Surat perjanjian dibuat apabila ada dua belah pihak saling berkaitan dan menyatakan sepakat dalam satu urusan.

Perhatikan contoh surat resmi yang benar di bawah ini:

Contoh Surat Resmi

Perhatikan contoh surat tidak resmi di bawah ini beserta bagian-bagiannya :

Latihan memberi label bagian-bagian surat resmi dan surat tidak resmi

Perbedaan Surat Resmi dan Surat Tidak Resmi (Surat Pribadi)

Surat resmi adalah surat yang dikirim oleh perseorangan atau lembaga kepada lembaga lain untuk kepentingan dinas atau kelembagaan. Sedangkan surat tidak resmi (surat pribadi) adalah surat yang dikirim oleh perseorangan kepada orang lain dan isinya bersifat pribadi.

Surat Resmi
Surat Tidak Resmi
  1. Menggunakan bahasa atau kalimat baku.
  2. Menggunakan bentuk standar surat resmi.
  3. Memakai nomor surat.
  4. Memakai kop atau kepala surat.
  5. Memakai stempel atau cap.
  1. Tidak menggunakan bahasa baku.
  2. Menggunakan bentuk bebas tergantung dari penulis surat.
  3. Tidak memakai nomor surat.
  4. Tidak memakai kop atau kepala surat.
  5. Tidak memakai stempel atau cap.

Latihan perbedaan surat dinas dan surat pribadi

Advertisement

Sharing is caring!