Dalam penulisan kalimat berbahasa Indonesia, kita mengenal kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Pada dasarnya, kalimat tunggal adalah kalimat dengan satu subjek dan satu predikat saja. Sedangkan kalimat majemuk memiliki dua klausa atau lebih di dalamnya. Lalu apa saja ciri-ciri dan contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk lainnya? Simak penjelasannya berikut ini.

kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contoh Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu subjek dan satu predikat saja. Namun kalimat tunggal dapat juga diikuti dengan objek atau keterangan. Berdasarkan predikatnya, kalimat tunggal dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti:

a. Kalimat nominal

Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.

Contoh kalimat nominal:

  • Ibunya karyawan di perusahaan besar.
  • Kakaknya penari balet.
  • Ayahnya pegawai bank.
  • Dia guru di sekolah negeri.
  • Anto pemain gitar.

b. Kalimat verbal

Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.

Contoh kalimat verbal:

  • Beni menulis buku.
  • Hendra tidur di kelas.
  • Indah menonton TV.
  • Kami bekerja di bengkel.
  • Ayah berjemur di luar.

Tahukah kamu?

perbedaan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung

Pengertian dan Perbedaan Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

c. Kalimat adjektival

Kalimat adjektival adalah kalimat yang predikatnya berupa kata sifat.

Contoh kalimat adjektival:

  • Nilainya memuaskan.
  • Kakaknya pintar.
  • Airnya panas.
  • Udaranya dingin.
  • Radionya rusak.

d. Kalimat numeral

Kalimat nomor numeral adalah kalimat yang predikatnya berupa kata bilangan.

Contoh kalimat numeral:

  • Tamunya dua orang.
  • Bukunya hanya satu buah.
  • Kucingnya ada tiga ekor.
  • Sepedanya tinggal lima buah.
  • Lukisannya ada ratusan.

e. Kalimat preposisional

Kalimat preposisional adalah kalimat yang predikatnya berupa kata depan.

Contoh kalimat preposisional:

  • Andra di dalam kamarnya.
  • Neneknya dari Surakarta.
  • Tejo ke pasar.
  • Eko di kantor.
  • Anita dari Majalengka.

Tahukah kamu?

perbedaan kalimat aktif dan pasif

Pengertian dan Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

2. Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat ini merupakan sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat majemuk disebut juga kalimat luas atau kompleks.

Ciri-ciri kalimat majemuk adalah:

  • Terdapat perluasan atau penggabungan dari kalimat inti.
  • Perluasan dari kalimat inti tersebut menghasilkan pola kalimat baru.
  • Memiliki subjek atau predikat lebih dari satu.

Contoh kalimat majemuk:

  • Shinta rajin, tetapi kakaknya pemalas.
  • Lia belajar membaca, Andi bermain dadu.
  • Indah memasak di dapur, Rina menonton TV.
  • Ayah mengepel lantai, ibu mencuci pakaian.
  • Dina menyapu halaman, Luna membersihkan kaca.

Jenis-jenis kalimat majemuk:

a. Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara adalah suatu kalimat luas di mana antara pola kalimatnya mempunyai kedudukan yang sama. Kalimat majemuk setara dibentuk dengan menggabungkan kalimat tunggal.

Kalimat ini biasanya ditandai dengan kata penghubung dan, lagi, atau, tetapi, melainkan, sedangkan, bahkan, dan malahan.

Contoh kalimat majemuk setara:

  • Ibu pergi ke pasar dan bapak bekerja di kantor.
  • Indah mengerjakan tugas kelompok dengan sangat rajin sedangkan teman-temannya ngobrol.
  • Ibu sedang membereskan mainan, tetapi adik tidak mau membantu.
  • Sari masih mencari dompetnya yang hilang, bahkan sampai melapor ke polisi.
  • Kita bisa membuat tenda di pinggir pantai atau kita bisa menginap di hotel terdekat.

b. Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang salah satu unsurnya diperluas sehingga membentuk pola baru. Salah satu klausa atau anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri atau jika dipisahkan tidak memiliki makna.

Kalimat ini biasanya ditandai dengan kata penghubung jika, ketika, walaupun, bagaikan, bahwa, sebab, dan sehingga.

Contoh kalimat majemuk bertingkat:

  • Adik sedang tidur ketika bapak pulang kerja.
  • Jika saya lulus ujian, ibu akan memberikan hadiah.
  • Walaupun dia sudah sukses, dia tetap suka makan di kaki lima.
  • Aku tidak bisa pergi sebab aku harus menjaga adik.
  • Kita harus membuat tanggul sehingga air sungai tidak meluap kalau hujan datang.

c. Kalimat majemuk campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Pada umumnya kalimat majemuk campuran terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal.

Kalimat ini mempunyai dua buah konjungsi atau lebih yang menghubungkan antara klausa yang satu dengan yang lain.

Contoh kalimat majemuk campuran:

  • Adik sedang tidur ketika bapak pulang kerja sedangkan saya mengerjakan PR.
  • Ibu memberitahu akan memberikan hadiah jika saya lulus ujian.
  • Walaupun saya tidak tinggal di Jakarta, saya tahu bahwa orang-orang di sana menghabiskan banyak waktu di jalanan.
  • Jika sudah memasukin masa panen, kami akan bergotong-royong sehingga panen cepat selesai.

Demikian pembahasan mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Jika ada pertanyaan, sila menuliskan di kolom komentar.

Tahukah kamu?

kata dasar

Pengertian dan Contoh Kata Dasar, Kata Ulang, dan Kata Depan

Sumber gambar: freepik.com

Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!