Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal berbagai jenis kata seperti kata dasar, kata ulang, kata depan, dan lain sebagainya. Apa yang dimaksud dengan kata dasar? Kata dasar adalah kata yang belum mendapatkan imbuhan, baik di awal, tengah, atau belakang. Dengan kata lain, kata dasar digunakan sebagai dasar untuk kata lain. Contoh, kata dasar cari diberi imbuhan me- jadi mencari.

contoh kata dasar

Pengertian dan Contoh Kata Dasar, Kata Ulang, dan Kata Depan

A. Kata Dasar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata dasar adalah kata-kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar. Kata dasar dalam bahasa Indonesia biasanya terdiri atas dua suku kata.

Contoh kata dasar:

  • Makan
  • Minum
  • Rumah
  • Panjang
  • Pendek
  • Pergi
  • Cari
  • Jual
  • Beli
  • Ambil
  • Tonton
  • Dengar
  • Bicara
  • Kunyah
  • Lihat
  • Telan
  • Bersih
  • Hidup
  • Mati

Contoh kata dasar dalam kalimat:

  1. Ayah pergi ke kantor.
  2. Adik sedang belajar naik sepeda.
  3. Kita akan makan di gubuk itu.
  4. Ikan lele bisa hidup di kolam berlumpur.
  5. Ambil kunci di meja.
  6. Jangan banyak bicara sekarang.
  7. Cari orang yang bisa memperbaiki TV ini.
  8. Bisa buka botol ini?
  9. Lebih baik tutup pintu itu.
  10. Aku bangun jam 8 pagi.

Kata dasar bisa mendapatkan imbuhan seperti awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), dan awalan akhiran (konfliks) untuk membentuk kata baru.

1. Kata Dasar + Prefiks

Kata dasar ini mendapatkan imbuhan di awal kata.

Contoh kata dasar dengan prefiks:

  • Makan → me + makan → memakan
  • Beli → me + beli → membeli
  • Jual → me + jual → menjual
  • Jatuh → ter + jatuh → terjatuh
  • Gores → ter + gores → tergores
  • Ajar → ber + ajar → belajar
  • Baring → ber + baring → berbaring
  • Jarak → ber + jarak → berjarak

2. Kata Dasar + Infiks

Kata dasar ini mendapatkan sisipan di tengah kata.

Contoh kata dasar dengan infiks:

  • Gigi → gerigi
  • Guruh → gemuruh
  • Gegar → gelegar
  • Tunjuk → telunjuk
  • Pancar → pemancar

3. Kata Dasar + Sufiks

Kata dasar ini mendapatkan imbuhan di akhir kata.

Contoh kata dasar dengan sufiks:

  • Merah → merah + kan → merahkan
  • Kering → kering + kan → keringkan
  • Ambil → ambil + kan → ambilkan
  • Jual → jual + kan → jualkan
  • Bumbu → bumbu + i → bumbui
  • Pukul → pukul + i → pukuli
  • Lempar → lempar + i → lempari
  • Ribu → ribu + an → ribuan
  • Sayur → sayur + an → sayuran

4. Kata Dasar + Konfliks

Kata dasar ini mendapatkan imbuhan di awal dan akhir kata.

Contoh kata dasar dengan konfliks:

  • Jelas → me + jelas + kan → menjelaskan
  • Beli → di + beli + kan → dibelikan
  • Tikai → per + tikai + an → pertikaian
  • Ubah → per + ubah + an → perubahan
  • Ingin → ke + ingin + an → keinginan
  • Bersih → me + bersih + kan → membersihkan
  • Baca → di + baca + kan → dibacakan

Tahukah kamu?

B. Kata Ulang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ulang adalah kata yang terjadi sebagai hasil reduplikasi. Kata ulang merupakan pengulangan saruan gramatik atau suatu bentuk kata, baik seluruhnya maupun sebagian dengan disertai variasi fenom maupun tidak. Kata ulang biasanya ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.

1. Kata ulang penuh

Kata ulang penuh adalah pengulangan seluruh bentuk dasar tanda perubahan bunyi dan tidak ditandai dengan adanya imbuhan.

Contoh kata ulang penuh:

  • Kuda → kuda-kuda
  • Jalan → jalan-jalan
  • Hati → hati-hati
  • Mata → mata-mata
  • Kata → kata-kata
  • Sekali → sekali-sekali

2. Kata ulang sebagian

Kata ulang sebagian merupakan pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya.

Contoh kata ulang sebagian:

  • Membaca → membaca-baca
  • Pertama → pertama-tama
  • Bersama → bersama-sama

3. Kata ulang berimbuhan

Kata ulang berimbuhan merupakan pengulangan yang terjadi bersama-sama dengan proses imbuhan.

Contoh kata ulang berimbuhan:

  • Kuda → kuda-kuda → kuda-kudaan
  • Mobil → mobil-mobil → mobil-mobilan
  • Putih → putih-putih → keputih-putihan
  • Pandai → pandai-pandai → sepandai-pandai

4. Kata ulang perubahan bunyi

Kata ulang perubahan bunyi merupakan pengulangan yang salah satu katanya merupakan mengalami perubahan bunyi.

Contoh kata ulang perubahan bunyi:

  • Bolak-balik
  • Mondar-mandir
  • Warna-warni

5. Kata ulang dwipurwa

Kata ulang dwipurwa merupakan bentuk kata ulang dengan suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah.

Contoh kata ulang dwipurwa:

  • Laki-laki lalaki lelaki
  • Tanam-tanaman tatanam tetanaman
Catatan:

Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan menggunakan unsur pertama.

Contoh:

  • Murid belajar murid-murid belajar
  • Mobil mini mobil-mobil mini
  • Rak sepatu rak-rak sepatu

Tahukah kamu?

perbedaan singkatan dan akronim

Pengertian dan Perbedaan Singkatan dan Akronim

C. Kata Depan

Kata depan dalam bahasa Indonesia meliputi di, ke, dan dari. Penulisannya terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh kata depan dalam kalimat:

  • Murid pindahan itu berasal dari Jambi.
  • Saya selalu diantar setiap berangkat ke sekolah.
  • Ibu membeli sayur-mayur di pasar.
  • Di mana alamat rumahmu?
  • Ke mana kamu pergi setelah ini?
  • Kerajinan itu terbuat dari barang bekas pakai seperti plastik.

Demikian pembahasan mengenai pengertian dan contoh kata dasar, kata ulang, dan kata depan. Jika kalian masih memiliki pertanyaan, silakan menuliskannya di kolom komentar.

Sumber gambar: freepik.com

Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!