Ada 5 aturan dasar penggunaan tanda titik dalam kalimat berbahasa Indonesia. Pertama, tanda titik digunakan untuk mengakhiri kalimat. Dalam aturan pertama ini, fungsi tanda titik adalah untuk mengahiri kalimat. Tanpa tanda titik, kalimat dianggap belum berakhir sehingga akan membuat para pembaca kalimat bingung untuk memahami kalimat tersebut. Apa aturan berikutnya? Sila lihat selengkapnya di diskusi di bawah ini.

penggunaan tanda titik

Aturan Penggunaan Tanda Titik Dalam Bahasa Indonesia

Aturan Penggunaan Tanda Titik Dalam Bahasa Indonesia

1. Akhir Kalimat Pernyataan

Aturan penggunaan anda titik yang pertama adalah dipakai untuk mengakhiri kalimat pernyataan.

Contoh:

  • Beberapa siswa tersebut membaca di perpustakaan.
  • Kami akan datang di acara ulang tahunmu.
  • Ayah berangkat ke kantor setiap pagi.

Catatan:

Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur-unsurnya sudah bertanda titik.

Contoh:

  • Rama membeli buku, pensil, penggaris, dll.
  • Ibu berkata, “Kakak akan pergi ke pasar sebentar lagi.”
  • Dosen baru tersebut bernama Panji Wicaksono, M.Pd.

2. Belakang Angka atau Huruf Ikhtisar atau Daftar

Aturan penggunaan tanda titik kedua adalah dipakai di belakang angka atau huruf dalam satu bagian, ikhtisar, atau daftar.

Contoh:
I.       Kondisi kebahasaan Indonesia

A.     Bahasa Indonesia

1.      Kedudukan
2.      Fungsi

B.     Bahasa Daerah

1.      Kedudukan
2.      Fungsi

1.      Patokan Umum

1.1   Isi Karangan
1.2   Ilustrasi
1.2.1     Gambar Tangan
1.2.2     Tabel

2.       Patokan Khusus

Contoh:

a. Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah ber tanda kurung dalam suatu perincian.

Contoh:

Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai
1)   bahasa nasional yang berfungsi antara lain,

a)     lambang kebanggaan nasional,
b)     identitas nasional, dan
c)     alat pemersatu bangsa;

b. Tanda titik tidak dipakai pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka.

Contoh:

1. Pendahuluan

1.1     Latar Belakang Masalah
1.2     Tujuan Penelitian
1.2.1  Tujuan Umum
1.2.2  Tujuan Khusus

c. Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Contoh:

Tabel 1 Penilaian Terstruktur
Tabel 1.1 Penilaian Terstruktur Pilihan Ganda

Tahukah kamu?

penggunaan huruf kapital

Cara Penggunaan Huruf Kapital yang Tepat

3. Memisahkan Jam, Menit dan Detik

a. Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

Contoh:
Saat ini menunjukkan pukul 8.38.10 (delapan lewat tiga puluh delapan menit, sepuluh detik).

b. Tanda titik juga digunakan untuk memisahkan angka jam menit dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

Contoh:

  • 1.51.02 (satu jam, lima puluh satu menit, dua detik)
  • 0.19.23 (sembilan belas menit, dua puluh tiga detik)

Catatan:

Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut:

a. Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam.

Contoh:

  • Pukul 06.00 pagi
  • Pukul 12.00 siang
  • Pukul 02.20 malam

b. Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 jam tidak memerlukan keterangan.

Contoh:

  • Pukul 05.09
  • Pukul 15.00
  • Pukul 21.00

4. Daftar Pustaka

Selanjutnya, penggunaan tanda titik juga terdapat dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit.

Contoh:

  • E.S. Pesta. 2008. Matematika Aplikasi. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Soedyarto, Nugroho. 2008. Matematika 2 untuk SMA atau MA Kelas XI Program IPA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.

Catatan:

Urutan informasi tentang daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan.

Tahukah kamu?

penulisan huruf miring

Aturan Penulisan Huruf Miring Dalam Bahasa Indonesia

5. Memisahkan Bilangan Ribuan dan Kelipatannya

Penggunaan tanda titik yang terakhir adalah untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Jumlah penduduk di Desa Cemara sebanyak 3.000 orang.
  • Dana yang dikeluarkan untuk renovasi rumah tersebut adalah Rp90.684.000,00.

Catatan:

a. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Saya lahir pada tahun 1985 di Surabaya.
  • Materi kebahasaan terdapat pada halaman 301.
  • Biaya dapat ditransfer ke rekening 006013259571.

b. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, ilustrasi, atau tabel.

Contoh:

  • Permainan Bola Besar dan Bola Kecil
  • Tabel Data Siswa Kelas IX
  • Gambar 3 Pancasila

c. Tanda titik tidak dipakai di belakang:

  1. alamat pengiriman dan penerimaan surat, serta
  2. tanggal surat.

Contoh:

Yth. Ibu Wali Kelas V
SDN Jati 03
Klaten, Jawa Tengah

15 Januari 2020

d. Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan desimal dilakukan sebagai berikut.

Contoh:

  • Rp350.000,25
  • 9.500 cm

Demikianlah lima aturan penggunaan tanda titik dalam kalimat berbahasa Indonesia. Jika kalian punya pertanyaan terkait penggunaan tanda titik, silakan menuliskannya di kolom komentar.

Sumber gambar: freepik.com

Main gim yuk!

kata baku dan tidak baku

Permainan Kata Baku dan Tidak Baku

Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!