jenis bunyi

Mendengarkan musik.

Ambil sebuah peluit dan tiup. Kalian pasti akan mendengar bunyi yang melengking keluar dari peluit tersebut. Lalu, tepuk tangan kalian. Bunyinya akan berbeda dari bunyi peluit tadi. Dari perbedaan kedua bunyi tersebut, mungkin kalian bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dimaksud dengan bunyi? Apa saja sifat-sifat bunyi?

Bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran yang dihasilkan benda-benda tersebut mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Lalu telinga kita sebagai indra pendengar menangkap bunyi tersebut sehingga kita bisa mendengarnya, bahkan mengenalinya.

Sedangkan benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sebagai sumber bunyi. Contoh sumber bunyi adalah peluit yang ditiup, lonceng yang dipukul, gitar yang dipetik dan lain sebagainya.

Sifat-sifat bunyi

1. Bunyi dapat merambat

Tahukah kalian kalau ternyata bunyi dapat merambat? Ada tiga medium yang bisa digunakan untuk bunyi merambat: gas, cair dan padat. Namun, bunyi tidak merambat di ruang hampa udara. Jadi, di luar angkasa yang hampa udara, kita tidak bisa mendengar bunyi apa pun.

A. Bunyi merambat melalui gas atau udara

Bunyi dapat merambat melalui gas atau udara. Untuk membuktikan sifat bunyi ini, kita bisa melakukan beberapa eksperimen kecil berikut

  1. Eksperimen 1: Ajaklah teman kalian untuk membawa kaleng dengan jarak sekitar 50 meter. Lalu mintalah temanmu untuk memukul kaleng tersebut dengan sekuat tenaga. Bisakah kalian mendengar suara kaleng yang dipukul tersebut?
  2. Eksperimen 2: Mintalah temanmu berdiri dengan jarak 50 meter darimu. Lalu, berteriaklah memanggil nama temanmu yang berdiri di kejauhan. Tanyakan padanya apakah temanmu bisa mendengar suaramu.
  3. Eksperimen 3: Masih dengan jarak yang sama, tiuplah sebuah peluit dengan kencang dan tanyalah temanmu jika dia bisa mendengar suara peluitmu atau tidak.

Jawaban dari ketiga eksperimen kecil tersebut adalah suara kaleng yang dipukul, nama yang diteriakkan, dan peluit yang ditiup bisa didengar dengan jelas. Dalam hal ini, bunyi menggunakan medium gas atau udara untuk merambat dari sumber bunyi hingga sampai ke telinga atau indra pendengar kita.

B. Bunyi merambat melalui benda cair

Bunyi juga dapat merambat melalui benda cair. Apakah itu artinya kita bisa berbicara di dalam air seperti manusia ikan? Sebenarnya tidak seperti itu, tapi kita bisa mendengar bunyi walaupun kita sedang berada di dalam air. Mari kita lakukan dua eksperimen kecil berikut:

  1. Eksperimen 1: Ambilah dua batang logam, bisa sendok atau garpu. Pegang kedua batang logam tersebut dan celupkan ke dalam bak atau ember berisi air. Di dalam air, ketukkan kedua logam tersebut. Apakah kalian mendengar bunyi ketukan kedua logam tersebut?
  2. Eksperimen 2: Pergilah ke kolam renang bersama temanmu. Masuklah ke dalam kolam renang hingga kepala kalian berada di dalam air. Lalu, mintalah temanmu untuk menghembuskan udara di dalam air. Apakah kamu mendengar suara riak gelembung?

Jika eksperimen tersebut berhasil dilakukan, sudah bisa dipastikan kalau kalian bisa mendengar bunyi batang logam yang diketukkan dan bunyi gelembung yang dibuat di dalam air.

Hal ini membuktikan bahwa bunyi bisa merambat melalui zat cair.

C. Bunyi merambat melalui benda padat

Medium ketiga yang digunakan bunyi untuk merambat adalah benda padat. Untuk membuktikannya kita akan melakukan sebuah eksperimen.

Pernahkah kalian membuat telepon dari kaleng? Jika belum, maka inilah saat yang tepat. Untuk membuatnya, kalian harus menyiapkan dua kaleng dengan salah satu sisi berlubang, satu utas tali, satu buah paku, dan satu buah palu.

telepon kaleng

Membuat telepon kaleng. (Sumber: https://www.mikirbae.com)

Pertama, kita buat lubang pada di dasar kedua kaleng tersebut. Lalu, masukkan tali ke dalam lubang tersebut dan buatlah simpul. Lakukan hal yang sama ke kaleng satunya. Kaitkan ujung tali satunya ke dalam kaleng satunya.

Setelah kedua ujung tali terikat pada kedua kaleng tersebut, telepon kaleng sudah siap digunakan. Sekarang ajaklah temanmu untuk mencoba berkomunikasi dengan menggunakan telepon kaleng tersebut. Ingat, agar suara bisa terdengar dengan jelas, tali harus dibentangkan dengan kencang, tidak boleh kendur.

Mintalah temanmu berbicara melalui kalengnya sementara kamu menempelkan kalengmu ke telinga. Bisakah kamu mendengar apa yang temanmu utarakan? Sudah pasti bisa, kalau tidak mungkin suaranya terlalu kecil dan talinya tidak kencang.

Eksperimen telepon kaleng ini membuktikan bahwa bunyi dapat merambat lewat benda padat.

Tahukah kamu?

2. Bunyi dapat dipantulkan

studio rekaman

Studio rekaman dengan busa di dinding sebagai peredam. (Sumber: https://miro.medium.com)

Sifat bunyi yang kedua adalah bunyi dapat dipantulkan. Untuk membuktikannya, cobalah berteriak menghadap tembok atau tebing. Tentu kalian bisa mendengar gema atau bunyi yang kembali dipantulkan.

Bunyi yang dipantulkan akan membuat volumenya menjadi lebih keras daripada sebelumnya. Hal ini tergantung dari seberapa dekat sumber bunyi dengan benda pantulnya.

Hal yang sama juga terjadi jika kalian berteriak di dalam kamar tertutup. Dinding di kamar akan membuat suara yang dipantulkan menjadi lebih keras. Nah, itulah kenapa jika kalian masuk ke dalam sebuah studio musik, dindingnya diberi lapisan karpet dan busa sebagai peredam suara.

Hal ini dimaksudkan agar suara yang dihasilkan ketika bermain musik di dalam ruangan tersebut menjadi tidak terlalu keras untuk telinga.

3. Bunyi dapat dibiaskan

bunyi dapat dibiaskan

Petir. (Sumber: https://stei.itb.ac.id)

Ketika mendung atau turun hujan lebat, kita sering mendengar suara petir. Apa yang kalian lakukan? Biasanya kita akan menutup telinga karena suara petir memiliki desibel atau volume yang tinggi.

Namun, tahukah kalian kalau suara petir di siang hari lebih pelan suaranya dibandingkan dengan suara petir di malam hari? Ya, ini terjadi karena kerapatan udara.

Pada siang hari, temperatur yang hangat membuat kerapatan udara menjadi lebih renggang. Sedangkan di malam hari, temperatur yang dingin membuat kerapatan udara menjadi lebih sempit. Perbedaan kerapatan udara ini yang membuat suara petir di malam hari lebih kencang daripada di siang hari.

4. Bunyi termasuk gelombang longitudinal

Bunyi adalah gelombang longitudinal yang berarti gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya. Ini berarti, jika kita tidak berada di posisi yang sejajar dengan sumber bunyi, maka bisa saja kita tidak akan mendengar bunyi tersebut atau bisa terdengar, tetapi pelan.

Main gim yuk!

 

bunyi dan sifatnya

Teka-teki silang bunyi dan sifatnya

memasang bagian telinga

Bagian Telinga Manusia: Permainan Memasang Label

latihan soal sumber energi

Latihan Soal Sumber Energi

kelebihan dan kekurangan energi matahari

Kuis Kelebihan dan Kekurangan Energi Matahari

Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!