memanusiakan manusia

Sumber gambar: freepik.com

Tahun ajaran baru tiba, namun tak seperti biasanya. Pintu sekolah masih tertutup rapat tanpa ada gelak tawa anak-anak yang berbahagia karena naik kelas. Guru dan murid saling tatap dan sapa lewat layar. Suatu hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, akan terjadi dalam hidup kita, dalam jangka waktu yang tak pernah kita tahu.

Beberapa beruntung, mampu mengakses materi dengan baik lewat gadgetnya. Beberapa lain harus berjuang demi memperoleh kuota untuk mendapatkan koneksi internet. Ada yang bisa belajar sambil rebahan, ada yang bisa belajar sambil berjualan. Ada yang tak punya sinyal hingga harus memakai HT dan radio. Bahkan ada yang memohon agar diizinkan ke sekolah dengan protokol kesehatan karena benar-benar tak ada dana untuk membeli kuota.

Aku, kamu, dan mereka, ada pada badai yang sama. Namun, perahu yang kita tumpangi berbeda-beda. Hingga tak ada pembelajaran yang benar-benar ideal saat ini. Beberapa menjerit meminta SPP dikurangi sebab masih harus membeli kuota dan mengajari anaknya sendiri. Namun, di sisi lain ada guru yang juga harus memberi sesuap nasi untuk keluarganya, yang dia pun berjibaku menyediakan kuota untuk dirinya dalam menyelenggarakan pembelajaran.

BACA JUGA:

Murid-murid punya banyak tugas setiap harinya dan sangat bergantung pada orang tua. Memang benar, orang tua adalah pendidik utama untuk anak, khususnya dalam membentuk karakter anak. Namun, orang tua juga bukan superdad dan supermom yang mendadak tahu semua materi pembelajaran anaknya. Orang tua tidak bisa disamakan perannya dengan guru, sebab semua ada porsinya masing-masing.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Ini bukan hanya tentang materi pembelajaran yang harus diberikan. Bukan pula tentang aplikasi yang paling bagus untuk diterapkan, dan teknologi paling canggih yang dibutuhkan. Tetapi lebih dari itu, kita butuh terkoneksi untuk saling menguatkan menghadapi kondisi ini. Saatnya guru membangun kerja sama dengan orang tua untuk melihat lebih dekat apa yang dibutuhkan anak, kendala yang mereka alami, dan bagaimana solusi untuk permasalahan ini.

Marilah menjadi versi terbaik sesuai dengan peran kita masing-masing tanpa saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada pembelajaran yang sempurna dalam pandemi ini. Tidak ada pula guru yang sempurna. Tidak ada pula orang tua yang sempurna. Dan, tidak ada juga murid yang sempurna. Yang ada hanya guru, orang tua, dan murid yang terus saling belajar memahami dan menguatkan di tengah pandemi ini.

Oleh Anindhyta Pradipta

Anindhyta Pradipta adalah seorang guru sekolah dasar yang gemar eksplorasi dan berkreasi dengan metode pembelajaran dan aktif dalam kegiatan sosial terkait dengan dunia pendidikan. Fokusnya adalah pada proses pembelajaran yang berbasis memanusiakan manusia yang mengolah cipta, rasa, dan karsa.
Bantu sebarkan agar anak-anak tahu cara menyenangkan untuk belajar mandiri:
error120
fb-share-icon34
Tweet 30
fb-share-icon28
Subscribe Yuk!Seru kan permainannya?

Yuk berlangganan untuk mendapatkan update materi dan games terbaru!