Sharing is caring!

Advertisement

Apa yang dimaksud dengan masa praaksara? Lalu, bagaimana periodisasi atau tahap-tahap kehidupan pada masa praaksara? Dan apa saja benda-benda peninggalan di masa praaksara?

Di artikel kali ini, kita akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Langsung saja, yuk!

Pengertian Masa Praaksara

Masa praaksara adalah salah satu periode dalam kehidupan manusia ketika manusia yang belum mengenal tulisan.

Kata ‘praaksara’ adalah gabungan dari kata pra dan aksara. ‘Pra’ artinya sebelum dan ‘aksara’ berarti tulisan. Jadi bisa dikatakan masa praaksara adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan.

Masa praaksara juga mempunyai nama lain, yaitu masa nirleka. Nirleka berasal dari kata ‘nir‘ yang berarti tidak ada dan ‘leka‘ yang artinya tulisan. Selain itu, nama lain masa praaksara adalah masa prasejarah.

Kamu mungkin bertanya-tanya tentang kapan waktu dimulainya masa praaksara dan kapan waktu berakhirnya.

Masa praaksara dimulai sejak manusia ada. Itulah titik awal dimulainya masa praaksara. Adapun waktu berakhirnya masa praaksara adalah setelah manusia mulai mengenal tulisan.

Namun, berakhirnya masa praaksara tidak sama bagi tiap-tiap bangsa. Misalnya, bagi bangsa Mesir dan Mesopotamia, mereka telah mengenal tulisan kira-kira 3.000 tahun sebelum Masehi. Ini berarti mereka telah meninggalkan masa praaksara kira-kira 3.000 tahun sebelum Masehi.

Sedangkan masyarakat di Indonesia mulai mengenal tulisan sekitar abad ke-5 Masehi. Hal ini diketahui dari Yupa (batu bertulis peninggalan kerajaan Kutai) yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Dengan demikian, masa praaksara di Indonesia berakhir pada abad ke-5 Masehi.

Mengapa tulisan menjadi pembatas waktu masa praaksara?

Aksara atau tulisan adalah hasil kebudayaan manusia. Fungsi utama dari aksara ini adalah untuk berkomunikasi dan membaca tentang sesuatu.

Sekelompok manusia yang telah mengenal tulisan, biasanya meninggalkan catatan-catatan tertulis kepada generasi berikutnya. Catatan itu dapat berupa batu bertulis (prasasti) dan naskah-naskah kuno. Dari catatan tertulis tersebut, kita dapat mengetahui kehidupan orang-orang zaman dahulu.

Dengan demikian penemuan aksara merupakan faktor penting untuk mengetahui suatu peradaban.

Periodisasi Masa Praaksara

Bagaimanakah tahap-tahap kehidupan manusia pada masa praaksara? Untuk mendapatkan jawabannya, kita perlu belajar tentang periodisasi masa praaksara.

Periodisasi masa praaksara dibagi menjadi tiga: secara geologis, arkeologis, dan perkembangan kehidupan manusia. Di bagian ini, kita akan mencoba menguraikan ketiga periodisasi masa praaksara tersebut. Termasuk peninggalan masa praaksara.

1. Periodisasi Masa Praaksara Secara Geologis

a. Zaman Arkaikum

Zaman Arkaikum adalah zaman tertua. Zaman ini berlangsung kira-kira sejak 2.500 juta tahun yang lalu. Pada waktu itu kulit bumi masih sangat panas sehingga belum terdapat kehidupan sama sekali.

b. Zaman Palaeozoikum

Zaman Palaeozoikum atau zaman kehidupan tua. Zaman ini berlangsung kira-kira sejak 340 juta tahun yang lalu. Zaman ini sudah ditandai dengan munculnya tanda-tanda kehidupan, antara lain munculnya binatang-binatang kecil yang tidak bertulang punggung, berbagai jenis ikan, amfibi, dan reptil.

c.  Zaman Mesozoikum

Zaman Mesozoikum atau zaman kehidupan pertengahan. Zaman ini berlangsung sejak kira-kira 140 juta tahun lalu dan kehidupan di bumi makin berkembang. Binatang-binatang mencapai bentuk tubuh yang besar sekali yang dikenal dengan sebutan Dinosaurus. Di samping itu, juga mulai muncul berbagai jenis burung.

Zaman mesozoikum disebut pula dengan zaman reptil karena pada zaman ini jenis binatang reptil yang paling banyak ditemukan.

d. Neozoikum atau Kenozoikum

Zaman Neozoikum disebut juga dengan zaman kehidupan baru dan berlangsung sejak kira- kira 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi dua, yaitu zaman tertier dan zaman kuartier.

1. Zaman Tertier

Pada zaman tertier jenis-jenis reptil besar mulai punah dan bumi umumnya dikuasai oleh hewan-hewan besar yang menyusui. Contohnya adalah jenis gajah purba (mammuthus) yang pernah hidup di Amerika Utara dan Eropa Utara.

2. Zaman Kuartier

Zaman kuartier berlangsung sejak kira-kira 3.000.000 tahun yang lalu. Zaman ini sangat penting bagi kita karena merupakan awal kehidupan manusia pertama kali di muka bumi.

2. Periodisasi Masa Praaksara Secara Arkeologis

Zaman Batu

Zaman batu adalah zaman ketika sebagian besar perkakas penunjang kehidupan manusia terbuat dari batu. Berdasarkan hasil temuan alat-alat yang digunakan dan dari cara pengerjaannya, zaman batu dibagi menjadi tiga, yaitu Palaeolithikum, Mesolithikum, dan Neolithikum.

a) Paleolithikum

Paleolithikum berasal dari kata Palaeo artinya tua, dan Lithos yang artinya batu sehingga zaman ini disebut zaman batu tua. Hasil kebudayaannya banyak ditemukan didaerah Pacitan dan Ngandong Jawa Timur. Untuk membedakan peninggalan benda-benda masa praaksara di kedua tempat tersebut, para arkeolog sepakat menyebutnya sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

Zaman batu tua diperkirakan berlangsung kurang lebih 600.000 tahun silam. Kehidupan manusia pada masa praaksara ini masih sangat sederhana. Mereka hidup berpindah-pindah (nomaden). Mereka memperoleh makanan dengan cara berburu, mengumpulkan buah-buahan, umbi-umbian, serta menangkap ikan.

Peninggalan masa praaksara yang digunakan pada zaman ini terbuat dari batu yang masih kasar dan belum diasah, seperti kapak perimbas atau alat serpih yang digunakan untuk menguliti hewan buruan, mengiris daging, atau memotong umbi-umbian.

kapak perimbas

Kapak perimbas (Sumber foto: romadecade)

b) Mesolithikum

Mesolithikum berasal dari kata Meso yang artinya tengah dan Lithos yang artinya batu sehingga zaman ini dapat disebut zaman batu tengah. Hasil kebudayaan batu tengah sudah lebih maju apabila dibandingkan hasil kebudayaan zaman Paleolitikum (batu tua). Pada zaman ini, manusia sudah ada yang hidup menetap sehingga kebudayaan yang menjadi ciri dari zaman ini adalah kebudayaan Kjokkenmoddinger dan kebudayaan Abris sous Roche.

Advertisement

Kjokkenmoddinger berasal dari kata kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah. Jadi, Kjokkenmoddinger sebenarnya adalah sampah dapur yang terdiri dari timbunan kulit kerang dan siput yang menggunung dan sudah menjadi fosil.

Kjokkenmoddinger ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra, yakni antara Langsa dan Medan.

Sedangkan Abris Sous Roche (abris = tinggal, sous = dalam, roche = gua) maksudnya adalah gua-gua yang dijadikan tempat tinggal manusia purba yang berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas.

Kebudayaan abris sous roche ini banyak ditemukan misalnya di Besuki, Bojonegoro, juga di daerah Sulawesi Selatan.

Apa saja peninggalan masa praaksara di masa Mesolithikum?
– Kapak genggam atau kapak Sumatra (pebble)
– Sejenis kapak pendek dan sejenis batu pipisan (batu-batu alat penggiling)
– Ujung panah
– Flakes
– Batu pipisan
– Serta alat-alat dari tulang dan tanduk rusa

c) Neolithikum

Neolithikum berasal dari kata Neo yang artinya baru dan Lithos yang artinya batu. Neolithikum berarti zaman batu baru. Pada zaman ini, mereka mulai hidup menetap dan mampu menghasilkan bahan makanan sendiri melalui kegiatan bercocok tanam.

Peninggalan masa praaksara di zaman Neolithikum:
– Kapak persegi
– Ukuran besar disebut Beliung dan digunakan sebagai cangkul.
– Ukuran kecil disebut Tarah atau Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat.
– Kapak lonjong
– Ukuran besar bernama Walzenbeil.
– Ukuran kecil bernama Kelinbeil.
– Perhiasan dari batu dan kulit
– Gerabah
– Pakaian

Hasil kebudayaan yang terkenal dari zaman ini adalah kapak persegi dan kapak lonjong.

kapak lonjong

Kapak lonjong (Sumber: jurnalponsel)

d) Megalithik

Megalithik berasal dari kata Mega yang artinya besar dan Lithos yang artinya batu. Megalithik bisa diartikan sebagai zaman batu besar. Jadi yang dimaksud dengan tradisi megalithik adalah pendirian bangunan dari batu yang berukuran besar. Tradisi ini muncul pada zaman batu dan erat kaitannya dengan kepercayaan yang berkembang pada saat itu, yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Berikut adalah peninggalan masa prasejarah di zaman Megalithik:

1. Menhir atau batu tegak/tugu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang atau tanda peringatan untuk orang yang telah meninggal.
2. Dolmen atau meja batu dan berfungsi sebagai sebagai tempat persembahan untuk memuja arwah leluhur.
3. Kubur peti batu berfungsi bseagai tempat mayat.
4. Waruga atau peti kubur batu yang berukuran lebih kecil. Bentuknya kubus dan bulat.
5. Sarkofagus atau bangunan seperti lesung untuk kubur batu.
6. Punden berundak atau bangunan bertingkat. Fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang.
7. Patung berbentuk manusia atau binatang.

menhir

Menhir

Zaman Logam

Pada zaman ini, manusia mulai mempergunakan bahan dari logam, yaitu perunggu dan besi. Zaman logam dibedakan menjadi tiga, yaitu zaman perunggu, zaman tembaga dan zaman besi.

Indonesia hanya mengalami dua zaman logam, yaitu zaman perunggu dan zaman besi. Benda-benda yang dihasilkan pada zaman ini antara lain adalah kapak corong (kapak yang menyerupai corong), nekara, moko, bejana perunggu, manik-manik, cendrasa (kapak sepatu).

3. Periodisasi Masa Praaksara Secara Perkembangan Kehidupan manusia

Periodisasi ini didasarkan atas tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia praaksara.

1) Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Masa berburu makanan dibagi menjadi dua tingkat, yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dan masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.

a) Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana

Masa berburu makanan tingkat sederhana diperkirakan terjadi di Zaman Paleolithikum. Manusia yang hidup pada masa ini masih rendah tingkat peradabannya. Mereka hidup mengembara, pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain sebagai pemburu binatang dan penangkap ikan. Di samping itu, mereka juga meramu, yakni mencari dan mengumpulkan makanan.Jenis makanan yang dikumpulkan misalnya ubi-ubian, buah-buahan dan daun-daunan.

b) Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut diperkirakan terjadi di Zaman Mesolithikum. Kehidupan manusia pada masa ini sudah mengalami perkembangan dibandingkan dengan masa sebelumnya. Manusia mulai hidup menetap walaupun hanya untuk sementara waktu dan mulai mengenal cara bercocok tanam sederhana.

Selain itu, tampak kegiatan-kegiatan manusia yang menghasilkan sesuatu yang belum dicapai pada masa sebelumnya seperti lukisan di dinding gua atau dinding karang.

2) Masa Bercocok Tanam

Setelah tahap hidup berburu dan mengumpulkan makanan dilampaui, manusia memasuki suatu masa kehidupan yang disebut masa bercocok tanam. Masa bercocok tanam diperkirakan semasa dengan Zaman Neolithikum.

Pada masa ini, peradaban manusia sudah mencapai tingkatan yang cukup tinggi. Manusia sudah memiliki kemampuan mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan bercocok tanam dan mengembangbiakan binatang ternak.

Manusia sudah hidup menetap dan tidak lagi berpindah-pindah seperti halnya pada masa berburu dan mengumpulkan makanan.

3) Masa Perundagian

Masa perundagian merupakan akhir masa praaksara di Indonesia. Kata perundagian berasal dari bahasa Bali: undagi, yang artinya adalah seseorang atau sekelompok orang atau segolongan orang yang mempunyai kepandaian atau keterampilan jenis usaha tertentu, misalnya pembuatan gerabah, pembuatan perhiasan, atau pembuatan sampan.

Masa perundagian diperkirakan semasa dengan zaman perunggu. Pada masa ini, peradaban manusia sudah maju tingkatannya.Teknologi pembuatan alat-alat atau perkakas jauh lebih tinggi dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Advertisement

Sharing is caring!