Sharing is caring!

Advertisement

kumpulan peribahasa dan artinya

Kumpulan Peribahasa & Artinya (Foto: Designed by Freepik
)

Kalian pasti pernah mendengar frasa “berat sama dijinjing, ringan sama dipukul” atau “sambil menyelam minum air“. Dua frasa tersebut mempunyai arti yang berbeda dengan kata-kata yang sebenarnya. Kedua frasa tersebut juga dinamakan peribahasa. Di artikel kali ini, kita akan membahas kumpulan peribahasa dan artinya.

Arti Peribahasa

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), arti peribahasa adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan).

Beberapa peribahasa berbentuk perumpamaan, yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena didahului oleh perkataan “seolah-olah”, “ibarat”, “baik”, “seperti”, “laksana”, “macam”, “bagai”, dan “umpama”.

Main gim yuk!

kumpulan peribahasa dan artinya

Ada api, ada asap. (Sumber foto: Wood vector created by upklyak – www.freepik.com)

Kumpulan Peribahasa dan Artinya

Apa saja peribahasa dalam bahasa Indonesia? Berikut adalah beberapa kumpulan peribahasa dan artinya yang cukup populer.

Advertisement

  • Ada air ada ikan, artinya di mana kita tinggal di situlah kita mendapatkan rejeki.
  • Ada asap ada api, artinya semua hal yang terjadi pasti ada penyebabnya.
  • Ada gula ada semut, artinya di mana ada kesenangan, di situlah banyak orang datang.
  • Ada padang ada belalang, artinya di sebuah daerah yang subut dan maju pasti ada banyak lowongan pekerjaan.
  • Ada rupa ada harga, artinya harga barang ditentukan oleh kondisi atau kualitas barang tersebut.
  • Ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang, artinya melakukan sesuatu yang baik bila ada maunya.
  • Ada udang dibalik batu, artinya ada maksud yang tersembunyi dari kebaikan yang dilakukan seseorang.
  • Air beriak tanda tak dalam, artinya orang yang bodoh banyak bicara.
  • Air susu dibalas dengan air tuba, artinya kebaikan dibalas dengan kejahatan.
  • Air tenang menghanyutkan, artinya orang yang pendiam biasanya pandai.
  • Anjing menggonggong kafilah berlalu, artinya membiarkan orang lain berbicara, mencemooh atau mempergunjingkan seseorang.
  • Badai pasti berlalu, artinya kesulitan hidup pasti akhirnya akan hilang.
  • Bagai duri dalam daging, artinya sesuatu yang selalu menyakitkan hati atau mengganggu pikiran.
  • Bagai anak ayam kehilangan induk, artinya ribut dan bercerai-berai karena kehilangan tumpuan.
  • Bagai bumi dan langit, artinya menggambarkan dua hal atau dua orang yang sangat berbeda.
  • Bagai kerbau dicocok hidungnya, artinya menggambarkan orang yang selalu menuruti apa pun yang dikatakan orang lain.
  • Bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tak dimakan bapak mati, artinya pilihan yang sangat berat dan masing-masing pilihan sama-sama menyengsarakan.
  • Bagai musang berbulu ayam, artinya melakukan perbuatan yang baik demi menutupi perbuatan buruk yang telah dilakukannya.
  • Bagai pinang dibelah dua, artinya sesuatu hal yang mirip; dua orang yang mirip satu sama lain.
  • Bagai pisau bermata dua, artinya mendapatkan dua persoalan, tapi juga mendapatkan keuntungan dari dua persoalan itu.
  • Bagai telur diujung tanduk, artinya menggambarkan masa-masa kritis dan genting.
  • Bagaikan burung dalam sangkar, artinya terikat oleh adat atau keadaan sehingga kehilangan kebebasannya.
  • Bagaikan menegakkan benang basah, artinya melakukan sesuatu yang sia-sia.
  • Bagaikan musuh dalam selimut, artinya menggambarkan orang yang baik dan begitu dekat dengan kita, namun ternyata memiliki rencana jahat untuk mencelakai kita.
  • Barangsiapa menggali lubang, ia akan terperosok ke dalamnya, artinya niat yang jahat akan mencelakakan dirinya sendiri.
  • Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, artinya bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.
  • Berat sama dijinjing ringan sama dipikul, artinya sama-sama menderita dan sama-sama bahagia. Peribahasa Berat sama dijinjing ringan sama dipikul merupakan peribahasa yang menunjukkan semangat gotong-royong atau kebersamaan.
  • Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi, artinya ketekunan dan kerja keras akan berbuah keberhasilan.
  • Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, artinya sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan bergotong-royong (bersama-sama).
  • Besar pasak daripada tiang, artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan.
  • Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, artinya sifat dan anak tidak jauh berbeda dengen ayah atau ibunya.
  • Buruk muka cermin dibelah, artinya menyalahkan orang atau hal lain meskipun sebenarnya dia sendiri yang salah, bodoh, dan sebagainya.
  • Dalam laut bisa diduga, dalam hati siapa tahu, artinya isi hati seseorang tidak dapat ditebak.
  • Datang tampak muka, pergi tampak punggung, artinya berbuat baik sesuai dengan kemampuan masing-masing.
  • Diam emas, bicara perak, artinya ketika seseorang diam, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan. Sedangkan ketika berbicara, justru salah dan laku tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh lawan bicara.
  • Di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung, artinya manusia harus bisa menyesuaikan diri di mana pun ia berada.
  • Duduk sama tinggi, berdiri sama rendah, artinya sejajar dalam martabat atau tingkatannya.
  • Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak, artinya orang yang suka menilai kejelekan orang lain tanpa melihat kejelekan dirinya sendiri.
  • Gali lubang tutup lubang, artinya berutang untuk membayar utang yang lain.
  • Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, artinya kelakuan murid (orang bawahan) selalu mencontoh guru (atasannya).
  • Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, artinya orang yang hidup hemat akan menjadi kaya, orang yang rajin belajar akan menjadi pandai.
  • Karena nila setitik rusak susu sebelanga, artinya kesalahan dan kejahatan yang kecil akan menghapuskan kebaikan yang selama ini telah diperbuat.
  • Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, artinya setiap negeri mempunyai adat-istiadat masing-masing.
  • Lempar batu sembunyi tangan, artinya melakukan suatu perbuatan yang tidak baik kepada orang lain kemudian berpura-pura tidak tahu.
  • Harimau menunjukkan belangnya, artinya orang yang sedang memperlihatkan kekuasaannya.
  • Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, artinya orang baik meski sudah meninggal dunia, namanya tetap dikenang.
  • Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan, artinya cinta kasih anak kepada ibu tidak sebanyak cinta kasih ibu kepada anak.
  • Kecil-kecil cabai rawit, artinya tampaknya kecil, tetapi cerdik (pemberani).
  • Kura-kura dalam perahu, artinya menggambarkan seseorang yang mengetahui sesuatu, tetapi pura-pura tidak tahu.
  • Meletakkan api di bubungan, artinya sengaja mencari bahaya.
  • Menang jadi arang, kalah jadi abu, artinya kalah atau menang sama-sama menderita.
  • Mendapat durian runtuh, artinya mendapat keuntungan yang sama sekali tidak diduga.
  • Nasi sudah menjadi bubur, artinya telanjur terjadi dan tak mungkin diperbaiki kembali.
  • Pagar makan tanaman, artinya seseorang yang telah dipercaya malah merusak sesuatu yang seharusnya ia jaga.
  • Pucuk dicinta, ulam tiba, artinya harapan yang telah menjadi kenyataan.
  • Sambil menyelam minum air, artinya menyelesaikan dua, tiga pekerjaan sekaligus.
  • Sedikit-dikit, lama-lama menjadi bukit, artinya jika hidup hemat, lama-lama menjadi kaya.
  • Senjata makan tuan, artinya hendak mencelakakan orang lain dengan suatu rencana, tapi malah berbalik mencelakai dirinya sendiri.
  • Seperti anak ayam kehilangan induknya, artinya menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya.
  • Seperti api dalam sekam, artinya hal-hal yang tidak baik yang tidak tampak.
  • Seperti cacing kepanasan, artinya tidak tenang, selalu gelisah (karena susah, malu).
  • Sudah jadi abu arang, artinya telah rusak sama sekali.
  • Tahu asam garamnya, artinya tahu seluk-beluknya (baik buruknya).
  • Tak ada rotan, akar pun jadi, artinya bila tidak ada barang yang baik, barang yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan.
  • Tiada gading yang tak retak, artinya segala sesuatu tidak ada yang sempurna.
  • Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati, artinya kebaikan hari orang akan diingat selama-lamanya.

Itulah kumpulan peribahasa dan artinya yang cukup populer di bahasa Indonesia.

Tahukah kamu?

Advertisement

Sharing is caring!